Selasa, 03 Mei 2011

Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW)


Model Pembelajaran  Think Talk Write (TTW)

Think Talk Write (TTW) merupakan model pembelajaran yang dikembangkan oleh Huinker & Laughlin. Model Think Talk Write didasarkan pada pemahaman bahwa belajar adalah sebuah perilaku sosial. Model Think Talk Write mendorong siswa untuk berfikir, berbicara, dan kemudian menuliskan berkenaan dengan suatu topik. Model Think Talk Write digunakan untuk mengembangkan tulisan dengan lancar dan melatih bahasa sebelum menuliskannya. Model Think Talk Write memperkenankan siswa untuk mempengaruhi dan memanipulasi ide-ide sebelum menuliskannya. Model Think Talk Write juga membantu siswa dalam mengumpulkan dan mengembangkan ide-ide melalui percakapan terstruktur. Menurut Huinker dan Laughlin (1996: 82) menyatakan bahwa model Think Talk Write membangun pemikiran, merefleksi, dan mengorganisasi ide, kemudian menguji ide tersebut sebelum siswa diharapkan untuk menulis.
Alur model pembelajaran TTW dimulai dari keterlibatan siswa dalam berpikir atau berdialog dengan dirinya sendiri setelah proses membaca, selanjutnya berbicara dan membagi ide (sharing) dengan temannya sebelum menulis. Suasana seperti ini lebih efektif jika dilakukan dalam kelompok heterogen dengan 3-5 siswa. Dalam kelompok ini siswa diminta membaca, membuat catatan kecil, menjelaskan, mendengarkan dan membagi ide bersama teman kemudian mengungkapkannya melalui tulisan.
Model pembelajaran TTW (Think Talk Write) melibatkan tiga tahap penting yang harus dikembangkan dan dilakukan dalam pembelajaran fisika, yaitu:
(1) Think
Dalam tahap ini siswa secara individu memikirkan kemungkinan jawaban (strategi penyelesaian), membuat catatan apa yang telah dibaca, baik itu berupa apa yang diketahuinya, maupun langkah-langkah penyelesaian dalam bahasanya sendiri. Membuat catatan kecil dapat meningkatkan ketrampilan siswa dalam berfikir dan menulis. Kegiatan ini membantu siswa dalam mengidentifikasi suatu masalah dan merencanakan solusi soal fisika.
(2) Talk
Tahap selanjutnya adalah “talk” yaitu berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata dan bahasa yang mereka pahami. Fase berkomunikasi (talk) pada strategi ini memungkinkan siswa untuk terampil berbicara atau menyampaikan pendapat atau ide atau gagasan. Berdiskusi atau berdialog di dalam kelompok yang terdiri dari 3-5 siswa dapat meningkatkan pemahaman. Kegiatan ini dapat membantu memecahkan soal matematika karena siswa diberi kesempatan untuk mendiskusikan solusi pemecahan masalah fisika.
(3)  Write
Fase “write” yaitu menuliskan hasil diskusi atau pada lembar   kerja yang disediakan (Lembar Aktivitas Siswa). Aktivitas menulis akan membantu siswa dalam membuat kesimpulan. Sedangkan bagi guru untuk melihat bagaimana langkah menyelesaikan soal fisika dan menyimpulkan solusi jawabannya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TTW (Think Talk Write) adalah suatu model pembelajaran dengan alur yang dimulai dari keterlibatan siswa dalam berfikir (think) atau berdialog dengan dirinya sendiri setelah proses membaca, selanjutnya berbicara (talk) dan membagi ide (sharing) dengan temannya sebelum menulis (write). Lebih rinci dalam penelitian ini langkah-langkah pembelajaran dengan strategi TTW yang digunakan adalah:
1.   Siswa dalam kelompok memperoleh LKS yang berbasis kemampuan pemecahan masalah, yang berisi lembar kegiatan, masalah fisika, dan petunjuk pengerjaannya.
2.   Siswa membaca dan mempelajari LKS tersebut secara mandiri, kemudian membuat rencana penyelesaian masalah yang akan digunakan dalam menyelesaikan masalah tersebut.
3.   Siswa mendiskusikan hasil pemikirannya tersebut dalam kelompok untuk mendapatkan kesepakatan dan menambah pemahaman mengenai cara menyelesaikan masalah matematis tersebut.
4.   Dari hasil diskusi, siswa menuliskan penyelesaian masalah yang dianggap benar.
5.   Satu atau beberapa kelompok mewakili satu kelas mempresentasikan LKS nya, sedangkan kelompok yang lain diminta untuk memberi tanggapan.
6.   Bersama-sama dengan guru, siswa membuat refleksi dan kesimpulan atas solusi penyelesaian masalah tersebut.
Dari uraian di atas dapat diketahui kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran Think Talk Write. Adapun kelebihan model pembelajaran Think Talk Write adalah sebagai berikut:
a.    Memberi kesempatan siswa berinteraksi dan berkolaborasi membicarakan tentang penyelidikannya atau catatan-catatan kecil mereka dengan anggota kelompoknya.
b.    Siswa terlibat langsung dalam belajar sehingga termotivasi untuk belajar.
c.    Model ini berpusat pada siswa, misalkan memberi kesempatan pada siswa dan guru berperan sebagai mediator lingkungan belajar. Guru menjadi monitoring dan menilai partisipasi siswa terutama dalam diskusi.
Sedangkan kekurangan dari model pembelajaran Think Talk Write adalah sebagai berikut:
a.    Model pembelajaran ini kurang berhasil dalam kelas besar, misalkan sebagian waktu hilang karena membantu siswa mencari solusi pemecahan masalah atau menemukan teori-teori yang berhubungan dengan lembar kerja siswa.
b.    Tidak semua anggota kelompok aktif dalam model pembelajaran ini.


DAFTAR PUSTAKA

Andriani, M. 2008. Metode Pembelajaran Think-Talk-Write, (http://mellyirzal.blogspot.com/2008/12/metode-pembelajran-think-talk-write.html, diakses 23 November 2011).

Herdian. 2011. Model Pembelajaran TTW (Think-Talk-Write), (http://herdy07.wordpress.com/tag/model-pembelajaran-ttw-think-talk-write/, diakses 23 November 2011).

Nur, M. 2005. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Penerbit Pusat Sains dan Matematika Sekolah UNESA.

Rifa’i, A. dan Anni, C. T. 2005. Psikologi Pendidikan. Semarang: Penerbit Pusat Pengembangan MKU/MKDK-LP3 Universitas Negeri Semarang.

Santyasa, I. W. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif. Makalah ini disajikan dalam pelatihan tentang Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru-guru SMP dan SMA, Nusa Penida, 29 Juni s.d. 1 Juli.

Suaidin. 2011. Metode Pembelajaran Think-Talk-Write, (http://dikporadompu.net/wp/?p=71, diakses 23 November 2011).

Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka.

Suyitno, A. 2011. Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Matematika 1. Universitas Negeri Semarang.

Zulkarnaini. 2011. Model Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi dan Berpikir Kritis. Universitas Pendidikan Indonesi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar